Policy Paper Rampimnas Kadin untuk Prabowo: Rekomendasi Investasi hingga Program MBG

Policy Paper Rampimnas Kadin untuk Prabowo: Rekomendasi Investasi hingga Program MBG

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin II pada Senin (1/12) dan Selasa (2/12). Dari forum tersebut, Kadin merumuskan sejumlah catatan strategis dan rekomendasi yang akan disusun dalam policy paper untuk disampaikan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini merupakan kontribusi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif 8%, menolkan kemiskinan ekstrem, dan mewujudkan generasi emas 2045,” ujar Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/12).

Rapimnas Kadin II dihadiri 1.653 anggota, mulai dari Kadin pusat, pengurus daerah, hingga berbagai asosiasi. Adapun tema yang diangkat adalah “Kadin Bergotong Royong Memperluas Lapangan Kerja untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Indonesia.”


Optimisme Ekonomi 2026 dan Quick Wins Kadin

Hasil Rapimnas menunjukkan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya akan semakin kuat.

“Kita memasuki tahun 2026 dengan confidence level lebih tinggi karena program-program pemerintah mulai berdampak. Tahun depan, pertumbuhan ekonomi bisa menembus di atas 5,5%,” ungkap Anindya.

Dari delapan agenda prioritas Kadin, enam di antaranya ditetapkan sebagai quick wins, yaitu:

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Pengiriman pekerja migran
  • Pembangunan dan perbaikan 3 juta rumah
  • Pemeriksaan kesehatan gratis
  • Magang berbayar
  • Koperasi Merah Putih

Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Kadin menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja sebagai fokus utama. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga keuangan dalam semangat Indonesia Incorporated, Kadin menilai berbagai program pemerintah telah memberikan dampak signifikan terhadap perluasan kesempatan kerja.


Investasi Jadi Game Changer

Untuk memacu pertumbuhan dan membuka lapangan kerja, Kadin menilai kemudahan investasi harus semakin diperkuat. Investasi diperlukan pada berbagai sektor, antara lain:

  • Pertanian
  • Industri
  • Energi
  • Perdagangan dan jasa
  • Ekonomi kreatif dan pariwisata
  • Teknologi dan Artificial Intelligence (AI)

“Investasi menjadi game changer, terutama ketika daya beli masyarakat sedang melemah,” kata Anindya.

Pemerintah telah menambah likuiditas melalui Kemenkeu sebesar Rp276 triliun, serta kebijakan moneter BI yang lebih longgar. Tantangan saat ini berada di sisi demand, sehingga kemudahan investasi menjadi krusial.

Kadin menargetkan kontribusi investasi terhadap PDB meningkat dari 29% menjadi di atas 40%. Karena itu, Kadin mendukung langkah debottlenecking hambatan regulasi, insentif untuk pelaku usaha, hingga pemangkasan ekonomi biaya tinggi.

Kadin juga menilai perlu:

  • Pembentukan clearing house sengketa industri/lahan
  • Tax holiday inklusif untuk PMDN menengah
  • Kepastian AMDAL
  • Sinkronisasi OSS
  • Penataan supply chain roadmap
  • Pengembangan KEK/kawasan industri luar Jawa berbasis PPP
  • Skema transmigrasi closed loop terhubung industri dan offtaker

Dukung Hilirisasi, Pendidikan, dan Inovasi

Rapimnas Kadin juga menyampaikan dukungan terhadap kebijakan hilirisasi pemerintah. Industri padat karya perlu didorong sambil memperkuat industri dasar dan industri barang modal, termasuk akselerasi digitalisasi serta penggunaan AI.

Dalam bidang SDM, Kadin menilai produktivitas dapat ditingkatkan melalui:

  • Pendidikan vokasional
  • Program magang
  • Penguatan integritas dan etos kerja

Sementara itu, inovasi perlu dipercepat melalui:

  • Insentif R&D
  • Penguatan ekonomi sirkular
  • Sinergi riset antara BRIN dan pelaku industri
  • Penyesuaian program beasiswa LPDP dengan kebutuhan industri

Perdagangan dan UMKM Jadi Fokus Penguatan

Untuk meningkatkan daya saing perdagangan, Kadin merekomendasikan:

  • Penguatan trade remedies
  • Perbaikan tata kelola impor
  • Simplifikasi ekspor–impor
  • Pendampingan UMKM memanfaatkan FTA
  • Reformulasi Tol Laut menjadi sistem hub & spoke
  • Diplomasi dagang ofensif–defensif dengan pelibatan Kadin
  • Kampanye besar-besaran Bangga Buatan Indonesia di dalam dan luar negeri

Kadin juga mendorong pemberdayaan UMKM dalam program MBG, pembangunan 3 juta rumah, pangan, dan energi. Dengan penyerap tenaga kerja 98% dan kontribusi 60% terhadap PDB, UMKM harus didukung dengan insentif serta pendampingan berkelanjutan.


Dukung Energi Terbarukan dan Program CSR

Kadin menegaskan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, termasuk keterlibatan dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) seperti hydro energy, geothermal, solar panel, dan pembangkit tenaga air.

Kadin juga menjalankan program sosial melalui pembangunan jembatan bagi anak-anak di berbagai daerah yang masih harus menyeberangi sungai untuk bersekolah. Ada sekitar 300.000 jembatan yang perlu dibangun dengan biaya Rp200 juta–Rp800 juta per jembatan.


Policy Paper Disiapkan untuk Presiden Prabowo

Seluruh rekomendasi yang dihimpun dalam Rapimnas sedang dirampungkan dalam policy paper Kadin. Dokumen ini akan diserahkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai masukan strategis dunia usaha untuk mendukung agenda pembangunan nasional.

Sumber Merdeka.com