New York, 13 November 2025 β
Dolar Amerika Serikat (USD) mencatat penguatan moderat pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah komentar hawkish dari Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic yang mendukung suku bunga tetap stabil.
Mengutip Xinhua, indeks dolar β yang mengukur nilai tukar greenback terhadap enam mata uang utama β naik 0,05% menjadi 99,495.
π Pergerakan Mata Uang Utama:
- Euro turun menjadi USD1,1586 dari USD1,1590
- Poundsterling turun ke USD1,3130 dari USD1,3172
- Dolar AS dibeli 154,72 yen Jepang, naik dari 154,09 yen
- Dolar melemah terhadap franc Swiss (0,7978) dan dolar Kanada (1,3998)
πΉ Faktor Penguatan Dolar AS
Penguatan dolar juga didorong oleh pelemahan yen Jepang, yang jatuh ke level terendah dalam 9,25 bulan akibat kekhawatiran pasar terhadap kebijakan fiskal Jepang yang lebih ekspansif.
Namun, penguatan dolar tetap terbatas oleh kenaikan pasar saham dan ekspektasi pembukaan kembali pemerintah AS. Senat AS baru-baru ini menyetujui resolusi berkelanjutan (CR) untuk mendanai pemerintah, dan DPR diperkirakan segera menyusul. Jika disetujui, pembukaan kembali pemerintah akan memungkinkan rilis laporan ekonomi, yang mungkin menunjukkan pelemahan ekonomi AS sehingga mendorong The Fed menurunkan suku bunga.
π£ Komentar Presiden Fed Atlanta
Raphael Bostic menegaskan bahwa stabilitas harga tetap menjadi prioritas, dan ia mendukung agar suku bunga tetap stabil hingga The Fed yakin target inflasi 2% dapat tercapai.
Pasar keuangan saat ini mendiscount peluang sebesar 64% bahwa FOMC akan memangkas kisaran target dana federal sebesar 25 bps pada pertemuan 9-10 Desember 2025.
π Ringkasan Utama:
- Dolar AS menguat moderat, indeks dolar naik ke 99,495.
- Euro, pound, franc Swiss, dan dolar Kanada melemah terhadap USD.
- Penguatan dolar didukung pelemahan yen dan komentar hawkish Fed.
- Pembukaan kembali pemerintah AS dapat membatasi penguatan USD.
- Pasar memperkirakan peluang 64% FOMC akan memangkas suku bunga pada Desember.Dikutip dari metrotvnews.com
