Kenaikan Belanja Dinilai Mampu Tekan Dampak Bencana, Ini Kata Purbaya

Kenaikan Belanja Dinilai Mampu Tekan Dampak Bencana, Ini Kata Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis peningkatan belanja negara dapat meredam dampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia memperkirakan bencana tersebut memang menekan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1–0,2 persen. Namun, kenaikan belanja pemerintah diharapkan mampu mengurangi dampak negatif tersebut, terutama jika dana cepat disalurkan ke daerah terdampak.

“Ada kurang 0,1–0,2 persen. Tapi belanja juga meningkat. Mudah-mudahan kalau uangnya cepat sampai ke sana, dampak negatif bencana bisa berkurang,” ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis.

Purbaya menyampaikan pemerintah telah menyiapkan dana Rp60 triliun dari hasil efisiensi belanja kementerian dan lembaga (K/L) tahun anggaran 2026. Anggaran tersebut akan dialihkan untuk penanggulangan bencana di Sumatera.

Menurutnya, penyerapan anggaran yang cepat akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. “Tergantung seberapa cepat uang mengalir ke daerah bencana. Kalau dihitung dengan tepat, dampaknya harusnya cukup besar,” jelasnya.

Saat ini, Purbaya masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 sebesar 5,5 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diperkirakan berada di kisaran 5,2 persen atau sedikit lebih rendah.

Ia mengakui sempat terjadi gangguan, namun memastikan persoalan tersebut telah ditangani. “Harusnya bisa lebih cepat, cuma ada gangguan sedikit. Tapi sudah kami bereskan,” ujarnya tanpa merinci gangguan yang dimaksud.

Purbaya juga menegaskan seluruh mesin ekonomi telah dioptimalkan. Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter disebutnya semakin solid, seiring dengan upaya perbaikan iklim investasi.

“Saya tetap melihat 6 persen bukan angka yang mustahil untuk tahun 2026, meski asumsi kami saat ini di 5,4 persen,” tuturnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,017 persen.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil asesmen sementara berdasarkan perhitungan hilangnya aktivitas ekonomi selama sekitar 32 hari.

Sumber AntaraNews.com