Peluang Ekspor Beras dan Jagung Terbuka Lebar: Titiek Soeharto Ajak Petani Tingkatkan Kualitas Pasca-Swasembada

Peluang Ekspor Beras dan Jagung Terbuka Lebar: Titiek Soeharto Ajak Petani Tingkatkan Kualitas Pasca-Swasembada

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, secara tegas mendorong Indonesia untuk segera melakukan ekspor beras dan jagung. Dorongan ini muncul setelah negara berhasil mencapai swasembada untuk kedua komoditas pangan strategis tersebut. Pernyataan ini disampaikan Titiek dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang berlangsung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, pada Kamis (9/1/2026), yang diikutinya secara daring dari Jakarta.

Pencapaian swasembada beras pada tahun 2025 dan jagung pada tahun 2026 menjadi landasan kuat bagi Titiek Soeharto untuk melihat potensi ekspor yang besar. Presiden Prabowo Subianto sendiri telah mengumumkan keberhasilan swasembada pangan pada Rabu (7/1/2026) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menandai tonggak penting bagi ketahanan pangan nasional.

Dengan adanya surplus produksi, Titiek Soeharto meyakini bahwa langkah ekspor bukan hanya akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian bangsa secara keseluruhan. Ini menjadi momentum penting untuk memberikan nilai tambah ekonomi nasional yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Peluang Emas dari Swasembada Pangan Nasional

Menurut Titiek Soeharto, capaian swasembada beras dan komoditas jagung membuka peluang ekspor yang menjanjikan pada tahun ini. Harapan besar tersemat agar Indonesia dapat segera menjadi negara pengekspor, yang pada gilirannya akan mengerek perekonomian petani dan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga memotivasi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas mereka. Hal ini penting tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Titiek mengajak para petani jagung untuk bangga atas keberhasilan nasional dan terus bekerja keras. Semangat untuk mempertahankan swasembada harus diiringi dengan persiapan kualitas produksi yang mumpuni, agar mampu bersaing di pasar ekspor global yang sangat kompetitif secara berkelanjutan.

Apresiasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan

Titiek Soeharto menyampaikan rasa syukur atas pencanangan swasembada beras dan jagung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia juga secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian strategis nasional ini, yang dinilai sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, Ketua Komisi IV DPR ini juga mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia yang turut berkontribusi besar terhadap terwujudnya swasembada jagung. Kontribusi Kepolisian disebutkan mencapai sekitar 20 persen dari total produksi jagung nasional, yang mencapai 16,1 juta ton.

Titiek berharap kontribusi lintas sektor semacam ini dapat terus ditingkatkan agar produksi jagung nasional konsisten meningkat pada periode mendatang. Peningkatan yang berkelanjutan ini sangat krusial untuk mendukung kesejahteraan petani Indonesia secara menyeluruh.

Proyeksi Surplus dan Potensi Ekspor Beras dan Jagung

Dengan produksi jagung nasional mencapai 16,1 juta ton dan konsumsi sekitar 15,6 juta ton, Indonesia mencatat surplus jagung sebesar 0,5 juta ton. Data resmi pemerintah nasional terkini menunjukkan bahwa surplus ini menjadi modal penting untuk ekspor pada tahun ini.

Dalam panen jagung tersebut, Titiek Soeharto juga berdialog secara daring dengan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Andi Rian Jayadi. Dialog ini bertujuan untuk menanyakan progres produksi jagung di wilayah Sumatera Selatan, menunjukkan perhatian terhadap implementasi di lapangan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan secara resmi pencapaian swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 2025. Pengumuman ini dilakukan saat menghadiri acara panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026), yang disimbolkan dengan penumbukan alu ke dalam lesung.

Sumber: AntaraNews