Nama mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, kembali menjadi sorotan, khususnya dalam dunia sepak bola Belanda. Ia kini menjadi salah satu kandidat pelatih baru untuk FC Utrecht, sebuah klub ternama di Eredivisie.
Sejak dipecat dari Timnas Indonesia pada pertengahan Oktober 2025, Alex Pastoor belum mendapatkan pekerjaan baru dalam hampir tiga bulan terakhir. Menurut berbagai sumber, Alex Pastoor dianggap memenuhi syarat sebagai pelatih FC Utrecht yang baru, melanjutkan tugas Ron Jans yang akan segera pensiun.
Pengalaman dan jam terbang yang dimiliki Alex Pastoor di sepak bola Belanda, termasuk pengalamannya di Timnas Indonesia, memberikan peluang baginya untuk bersaing memimpin Utrecht.
Direktur teknik FC Utrecht, Jordy Zuidam, kini dihadapkan pada tugas mencari pelatih baru setelah Ron Jans mengumumkan pensiun setelah musim ini berakhir.
Media Belanda, Voetbal Primeur, melaporkan bahwa Alex Pastoor siap bersaing dengan sejumlah nama besar untuk memimpin tim yang berbasis di Stadion Galgenwaard. Pelatih berusia 59 tahun ini akan bersaing dengan Erik ten Hag, Paul Simons, Ruud van Nistelrooy, Mark van Bommel, Rene Hake, Dick Lukkien, Rick Kruys, Rob Penders, Anthony Correia, hingga Ruben den Uil.
Potensial
Seorang pria berusia 59 tahun memiliki pengalaman melatih di Belanda dan terlibat dalam proyek Timnas Indonesia untuk Piala Dunia 2026.
Sayangnya, impian untuk tampil di panggung Piala Dunia 2026 harus sirna, dan ia pun terpaksa dipecat bersama Patrick Kluivert, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, dan beberapa nama lainnya dari tim asal Belanda.
Pemain yang lahir di Amsterdam ini menjabat sebagai asisten pelatih Patrick Kluivert di skuad Garuda dari Januari hingga Oktober 2025. Namun, seperti staf lainnya, ia harus meninggalkan tim setelah gagal mencapai kualifikasi untuk Piala Dunia.
“Alex Pastoor membuat kagum para pecinta sepak bola Belanda dengan analisisnya yang menyegarkan setelah meninggalkan Almere City pada tahun 2024. Ia menunjukkan keahlian taktis yang luas,” demikian tulis ulasan dari Voetbal Primeur.
“Selain di Almere City, ia juga memperoleh pengalaman yang cukup besar di Excelsior, NEC, dan Sparta Rotterdam. Pastoor sempat bekerja sebagai asisten dan manajer sementara di AZ antara Juli dan September 2014, tetapi belum mendapatkan kesempatan di liga utama Belanda sejak saat itu,” lanjut tulisan tersebut.
Pernah Berniat Menangani Ajax
Pada November 2025, Alex Pastoor mengejutkan banyak pihak dengan siap menerima tawaran untuk melatih Ajax Amsterdam. Klub legendaris asal Belanda ini telah memecat John Heitinga, sehingga Pastoor tidak akan menolak jika mendapatkan tawaran dari Ajax.
Dia kini menjadi salah satu kandidat pelatih baru Ajax, bersaing dengan pelatih Go Ahead Eagles, Melvin Boel. Setelah pemecatan John Heitinga pada 7 November, Ajax berada dalam posisi lowong, dan Fred Grim ditunjuk sebagai caretaker sementara.
“Apakah saya mengharapkannya dan apakah itu masuk akal? Saya rasa saya bisa menjawab ya dua kali,” ungkap Alex Pastoor pada saat itu.
“Kita harus profesional, jadi harus bisa bekerja di mana saja. Saya juga bersemangat untuk menerima tantangan yang belum pernah kulakukan sebelumnya. Ini salah satunya. Belanda punya tiga klub papan atas tradisional. Kamu tidak akan bisa menolak mereka begitu saja,” tegas Pastoor.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmennya untuk menghadapi tantangan baru di dunia sepak bola.
Reuni dengan Miliano Jonathans?
Akan sangat menarik jika Alex Pastoor benar-benar ditunjuk sebagai pelatih Utrecht. Dalam hal ini, Pastoor akan kembali bertemu dengan Miliano Jonathans, bintang muda Timnas Indonesia yang saat ini memperkuat tim yang dikenal dengan nama De Domstedelingen.
Miliano Jonathans telah menjadi bagian dari Utrecht sejak Januari tahun lalu setelah direkrut dari Vitesse. Kontraknya di klub tersebut akan berlangsung hingga 2028. Pada musim ini, Miliano telah tampil dalam 19 pertandingan, di mana ia berhasil mencetak satu gol dan memberikan satu assist.
Miliano dan Pastoor sebelumnya telah berjuang bersama di Timnas Indonesia dalam dua laga krusial pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang berlangsung bulan Oktober lalu.
Sayangnya, perjuangan skuad Garuda harus terhenti setelah mengalami kekalahan tipis dari Arab Saudi dengan skor 2-3 dan Irak dengan skor 0-1.
Sumber: Voetbal Primeur
