Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang memastikan kebutuhan gizi pengungsi terpenuhi melalui dapur umum. Posko Akademi Maritim Sapta Muda, Koto Tuo, menyiapkan hingga 1.200 porsi makanan setiap hari untuk warga terdampak banjir bandang.
Pekerja Sosial Dinsos Kota Padang, Budi Sastrialdi, mengatakan dapur umum dirancang untuk memenuhi standar kebutuhan dasar, termasuk kecukupan gizi pengungsi. “Kita melayani makanan seribu porsi setiap hari sejak 27 November hingga sekarang,” ujar Budi dalam keterangan resmi diterima rri.co.id, Jumat (5/10/2025).
Budi menyebut, menu disiapkan berdasarkan ketersediaan logistik dan kebutuhan gizi warga. Bahan makanan segar seperti ikan, ayam, sayuran, bumbu, dan cabai dibeli dari anggaran tanggap darurat.
“Bahan basah seperti ikan, bumbu-bumbu, sayuran, dan cabai kita beli dari dinas. Jadi perencanaannya sudah ada dulu, lalu disampaikan ke Dinas Sosial untuk dipenuhi,” ucapnya.
Sementara itu, operator dapur umum, Eko Giyono, memastikan menu harian mengandung protein dan sayuran. Ia menilai hal ini untuk menjaga asupan gizi warga di pengungsian.
Ia menambahkan bahwa kesiapan logistik dari Dinsos menjadi kunci pemenuhan gizi. “Logistiknya kan dari Dinas Sosial, kalau datangnya terlambat, kita sesuaikan dengan bahan yang ada di gudang,” kata Eko.
Eko menyebut dapur umum menjaga kualitas makanan untuk semua usia, termasuk balita dan lansia. “Kita sesuai standar, perbaikan gizinya seperti lauk ayam, ikan, dan sayur-sayur kita sesuaikan agar layak,” ujarnya.
Dinsos Padang memproyeksikan dapur umum tetap beroperasi hingga 8 Desember 2025 mendatang. Budi berharap pemenuhan gizi yang baik dapat membantu pengungsi tetap sehat selama berada di posko.
Selain itu, Ketua RT 01/RW 04 Kelurahan Koto Panjang, Padang, Hafardi, mengapresiasi peran Dinsos Kota Padang. Ia mengaku seluruh warganya yang terdampak sudah mendapatkan makanan bergizi dari pemerintah, dan para donatur yang terus berdatangan.
“Sampai hari ini kita masih mendapat bantuan dari Pemda, khususnya makanan dan air. Namun sekarang kita pulang ke rumah masing-masing untuk tahap pemulihan dan pembersihan rumah,” ucap Hafardi.
