Bantuan Pangan untuk Korban Banjir Sumut oleh Bapanas

Bantuan Pangan untuk Korban Banjir Sumut oleh Bapanas

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran bantuan pangan untuk daerah yang terdampak banjir di Sumatera Utara (Sumut). Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tambahan kabupaten dan kota, menjaga operasional dapur umum, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah terus memperkuat respons penanganan banjir besar di Sumut. Hal ini dilakukan dengan mempercepat distribusi bantuan pangan.

“Pemerintah melalui Bapanas mempercepat penyaluran bantuan pangan bencana alam,” ujar Astawa dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Astawa ditugaskan langsung oleh Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk mengawal proses distribusi bantuan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat membuka koordinasi seluas mungkin agar bantuan dapat disalurkan lebih cepat.

“Sesuai amanat Kepala Bapanas dan arahan Mendagri, kabupaten/kota dapat langsung menyampaikan permintaan kebutuhan tambahan. Administrasinya kami permudah tanpa mengurangi prinsip tata kelola,” jelasnya.

Ia juga meminta daerah yang dalam status darurat untuk tidak ragu mengajukan kebutuhan pangan sesuai kondisi riil.

“Distribusi beras dan pangan pokok digenjot agar dapur umum tetap berjalan dan masyarakat memiliki jaminan atas kecukupan pangan di masa pemulihan,” tambahnya.


Penyaluran Bantuan di Binjai dan Langkat

Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, melaporkan bahwa Perum Bulog telah menyalurkan 87 ton beras. Bantuan ini sesuai surat Kepala Bapanas Nomor 375/TS.03.03/K/11/2025 dan diperuntukkan bagi 28.739 jiwa di 25 kelurahan pada 5 kecamatan. Banjir pada 26 November 2025 sempat membuat tinggi muka air menembus lebih dari 500 cm.

Meski kondisi berangsur pulih, kebutuhan pangan masih besar karena warga fokus membersihkan rumah dan fasilitas umum. Pemkot Binjai juga meminta percepatan distribusi mi instan, telur, dan bahan pokok lainnya untuk memenuhi kekurangan di posko dan dapur umum.

Sementara itu, Bupati Langkat, Syah Afandin, menyebut bantuan beras bencana alam yang masuk mencapai 740 ton. Penyaluran beras reguler untuk 75.989 Penerima Bantuan Pangan (PBP) juga terus berlangsung, dengan realisasi sementara 12.143 PBP.

Kabupaten Langkat menjadi salah satu wilayah paling terdampak dengan cakupan 16 kecamatan, 11 korban jiwa, dan sekitar 490.108 penduduk yang terkena dampak. Dengan skala bencana yang besar, kebutuhan logistik pangan masih sangat mendesak, terutama bagi keluarga yang mengungsi dan pekerja yang kehilangan mata pencaharian.


Instruksi Cepat dari Kepala Bapanas

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pihaknya terus merespons cepat permintaan bantuan dari daerah-daerah yang dilanda banjir di Sumatera.

“Begitu ada permintaan bantuan dari daerah, langsung kami respon. Tidak boleh menunggu. Stok harus dikirim saat itu juga karena masyarakat membutuhkan pangan hari ini, bukan besok,” tegas Amran.

Hingga saat ini, total permintaan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bencana alam dari gubernur dan bupati/wali kota di Sumatera mencapai 5.575 ton beras. Rinciannya:

  • Sumatera Utara: 2.391 ton
  • Aceh: 2.522 ton
  • Sumatera Barat: 660 ton

Sumber AntaraNews.com