Presiden Prabowo Terima Kunjungan Ketua MPR China, Bahas Kerja Sama Strategis

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Ketua MPR China, Bahas Kerja Sama Strategis

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) China, Wang Huning, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/12). Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–China, khususnya di bidang diplomasi parlemen dan pengembangan kemitraan strategis masa depan.

Kunjungan Resmi untuk Perkuat Kerja Sama Indonesia–China

Kunjungan Wang Huning merupakan bagian dari upaya memperdalam hubungan kedua negara, termasuk dukungan terhadap pembangunan, stabilitas kawasan, serta penguatan hubungan antarlembaga legislatif.

Mengutip laporan Liputan6.com, rombongan Wang Huning tiba di Istana Kepresidenan pada pukul 11.35 WIB. Kedatangannya disambut pasukan jajar kehormatan dan pertunjukan tarian daerah sebagai bentuk penyambutan resmi negara.

Penyambutan oleh Presiden Prabowo

Setibanya di Istana Merdeka, Wang Huning terlebih dahulu ditemui oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang kemudian mendampinginya menuju lokasi pertemuan dengan Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menyambut Wang Huning secara langsung di teras Istana Merdeka. Keduanya kemudian memasuki Istana untuk melakukan sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan.

Prabowo dan Wang Huning Perkenalkan Delegasi

Sebelum memulai pembahasan inti, kedua pemimpin memperkenalkan delegasi masing-masing.

Delegasi Indonesia dipimpin Presiden Prabowo dan didampingi oleh:

  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani
  • Mensesneg Prasetyo Hadi
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
  • Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir
  • Wakil Duta Besar RI untuk China Irene

Usai sesi perkenalan, Presiden Prabowo mengajak Wang Huning menuju ruang kerja presiden untuk melanjutkan pertemuan tertutup.

Pembahasan Pertemuan Belum Diungkap

Hingga kini, detail pembahasan dalam pertemuan tersebut belum disampaikan secara resmi. Namun, agenda utama diperkirakan mencakup penguatan diplomasi Indonesia–China, kerja sama parlemen, serta peluang kolaborasi baru dalam pembangunan dan hubungan bilateral.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis, sekaligus menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi kawasan.

Sumber Merdeka.com