IHSG Berpeluang ‘Rebound’ di Hari Ini

IHSG Berpeluang ‘Rebound’ di Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang untuk berbalik menguat (rebound) dalam perdagangan hari ini, Senin (1/12/2025). Setelah akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 0,43 persen atau 37 poin ke level 8.508,71.

Penurunan IHSG itu, disebabkan ‘net sell’ (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp913 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, FILM, BRMS, dan KLBF.

“IHSG berpotensi rebound hari ini, dengan level support di rentang  8.420-8.470. Sedangkan level resistansi di rentang 8.550-8.600,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam keterangan persnya, Senin (1/12/2025).

Indeks saham di Amerika Serikat (AS) menguat tipis usai libur ‘Thanksgiving’ pada akhir pekan. Harga saham tercatat naik dengan volume perdagangan tipis, karena sesi perdagangan yang diperpendek.

“Kenaikan  didorong oleh sektor ritel dan pemulihan saham teknologi. Serta oleh perkiraan penurunan suku bunga The Fed yang menguat sepekan kemarin,” ujar Fanny.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,61 persen, S&P 500 naik 0,54 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,65 persen. Pekan ini, musim belanja liburan di AS resmi dimulai. 

“Thanksgiving pada Kamis, Black Friday pada Jumat dan Cyber pada Senin. Di sisi lain, sesi perdagangan kali ini juga diwarnai oleh insiden gangguan teknis yang menghambat aktivitas futures global,” ucap Fanny.

CME Group sempat membekukan perdagangan mata uang, komoditas, dan futures ekuitas. Pembekuan dilakukan akibat masalah pendinginan di pusat data CyrusOne.

Sementara itu, bursa Asia Pasifik bergerak variative di tengah kondisi pasar AS yang cenderung datar karena libur Thanksgiving.

Selain itu, pelaku pasar Asia mencermati data inflasi Tokyo. Inflasi umum (headline) Tokyo bulan Oktober turun tipis menjadi 2,7 persen dari 2,8 persen pada bulan sebelumnya. 

Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan harga makanan segar namun tetap mencakup energi, naik ke 2,8 persen. Kenaikan tersebut sedikit di atas proyeksi sebesar 2,7 persen. Sumber RRI